ISLAMIC CENTER MUNTOK

ISLAMIC CENTER BAITUL HIKMAH

Tercatat setidaknya sudah dua kali ini kami mengerjakan projek perencanaan kawasan terpadu pendidikan islam. Pertama adalah pesantren BIRU (Bangka Islamic Raudhatul Ulum – https://www.kreasiarsitek.com/pesantren-biru/) dan yang kedua adalah ICBM (Islamic Center Baitul Hikmah) di Muntok bangka barat Babel yang sedang kami coba jelaskan konsepnya dalam kesempatan kali ini.

ICBM kali ini pada mulanya adalah bangunan masjid Baitul Hikmah yang dibangun secara sukarela oleh PT. Timah Tbk dan juga karywanya Pada tahun 1970. Maka pada tahun 2019 ini berarti usia masjid telah menginjak 49 tahun. usia yang tua untuk kategori asitektur di bangka. Bermula dari relasi teman yang sekaligus sahabat karib, job kali ini masuk ke kami. Singkatnya deal lah kami dengan client secara langsung yang dalam hal ini adalah pihak masjid untuk segera mengeksekusi perencanaan Islamic Center Baitu Hikmah.

Adapun mengenai jabaran desain adalah sebagai berikut:

  1. Masterplan

pada bagian ini secara umum tak ada perubahan esensi dalam hal tata letak masjid existing. Demikian juga dengan posisi akses masuk dua sisi yang dibiarkan tetap pada posisinya, goal yang hedak dibangun adalah jama’ah tetap merasakan nuansa datang dan pergi dari tempat yang sama antara sebelum dan sesudah di desain ulang. Penambahan sirkulasi sekunder juga dihadirkan memutar masjid. Ini dilakukan sebagai upaya menghubungkan zona aktivitas lain yang memang terletak pada bagian depan mighrab masjid.

  1. Desain masjid

Masjid didesian dengan ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan daya tampung jama’ah masjid yang kian lama makin meningkat, alhamdulillah. Jika daya tampung sebelumnya adalah ± 800 jam’ah, maka setelah didesain ulang diharapkan mampu menampung jama’ah sampai dengan 2000 orang. Sebab keterbatasan lahan, maka masjid didesain dua lantai. Perluasan bangunan masjid dilakukan dengan menambah 6 meter pada sisi kiri dan kanan serta ke arah mighrab. Sedangkan pada arah halaman masjid tidak dilakukan perluasan sebab kami bersepakat untuk tidak mengurangi daya tampung halaman masjid.

Adapun dari segi konsep, desain masjid berusaha untuk mengadopsi bentuk dasar dari existing masjid dan bangunan pendukung lainya yang ada disekitar masjid yakni menara tunggal yang berdiri terpisah. Ada dua hal yang “harus” dipertahankan, yakni bentuk atap masjid dengan model yang cukup unik yakni polly pelana (atap pelana kecil berjumlah banyak) dan juga menara masjid dengan bagian atas berbentuk kubah.

Walhasil, adopsi dan adaptasi 2 pakem tersebut berusaha untuk ditampilkan pada desain masjid yang baru dengan tetap menghadirkan polly pelana dan juga kubah dengan sedikit penyesuaian agar lebih nampak iconic jika dibandingkan dengan bangunan sekitar. Konsep modern juga menjadi permintaan khusus dari pihak masjid, hal ini diterjemahkan dalam bentuk permintaan menghadirkan kali grafi tauhid dengan langgam kuffi muroba pada bagian dinding luarnya.

Elevasi tanah yang cukup ekstrem pada bagian mighrab masjid yang kemudian masuk dalam zona re-desain, menjadi sebuah peluang dan juga potensi untuk dimanfaatkan secara maksimal dalam bentuk ruang-ruang penunjang islamic center seperti ruang belajar, sekertariat yayasan, kantor, ruang rapat, perpustakaan, pantry, kamar marbot dan juga fungsi sanitari lainya dalam bentuk area wudhu dan kamar mandi.

Zona depan mighrab yang semula lahan kosong berusaha untuk diolah secara maksimal menjadi ruang-ruang fungsional penunjang islamic center seperti yang tersebut sebelumnya. Tentu arah hadap matahari terhadap bangunan masjid menjadi dasar pertimbangan dalam hal perencanaan bangunan penunjang lainya, sehingga pada bagian tertentu akan didapati adanya adaptasi bentuk secara sederhana.

Secara umum, masjid yang notabenya sebagai bangunan utama berusaha untuk ditampilkan sebagai “aktor utama” yang harus tetap tampil menonjol dan iconic dibandingkan dengan bangunan penunjang lainya. Diharapkan masjid baitul hikmah bisa menjadi icon di muntok bangka barat, juga diharapkan bisa menjadi salah satu masjid dengan arsitektur terbaik dibangka belitung.

  1. Bangunan lain

Bangunan fungsional yang diharapkan melangkapi islamic center adalah adanya fasilitas ruang pendidikan, ruang sekertariat, ruang kantor, ruang rapat, dan ruang baca/ perpustakaan. Kesemua fasilitas tersebut berusaha untuk disediakan masing-masing antara zona ikhwan dan zona akhwat. Sederhananya zonasi tersebut dilakukan dengan menjadikan poros tengah masjid sebagai sumbu pembagi.

Ada lagi fasilitas lain yang diperlukan namun dihadirkan terpisah dalam hal zona dengan fasilitas tersebut sebelumnya. Fasilitas tersebut berupa mini market modern dan juga Hall atau aula untuk kegiatan yang lebih umum. Mini market digagas dengan semangat islamic center harus dapat mandiri finansial sekaligus berperan sebagai economic center. Zona perletakan mini market diposisikan sebaik mungkin agar dapat diakses oleh semua pihak baik dari dalam kawasan islamic center maupun dari luar zona islamic center.

Beberapa fungsi ruang diletakan pada bagian ground floor dari penambahan luas masjid bagian mighrab. Sebetulnya hal ini dilakukan sebagai upaya adaptasi terhadap topologi lahan yang lumayan ekstrem (± elevasi 3 m). Dengan upaya optimalisasi yang demikian, diharapkan kebutuhan fungsi-fungsi ruang dapat terakomodir tanpa harus menyita space yang besar pada luasan lahan yang tersedia. upaya optimalisasi ruang terbuka hijau pun dilakukan dengan jalan mengelola space yang ada dengan sebaik-baiknya.

  1. Closing

Akhirnya, semoga kiranya desain kali ini cukup untuk dijadikan sebagai bahan usulan sampai dengan proses realisasi dikemudian. Semoga terlahir banyak cerdik pandai, ulama via rahim Islamic Center Muntok dikemudian hari. Aamiin. Kreasi Arsitek / Ardiansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *