MASJID AL MAKMUR

PENDAHULUAN

Ini adalah desain masjid ke 4 yang kami posting pada website. Masjid sebelumnya yakni masjid Agung desa Fajar Indah (https://www.kreasiarsitek.com/kupas-tuntas-iconic-mosque/), Masjid Desa Sumber Jaya Permai (https://www.kreasiarsitek.com/masjid-untuk-semua/), dan Masjid Al Mansyur (https://www.kreasiarsitek.com/masjid-kotak/). desain kali ini pun terkategori projek sosial, sebagaimana desain masjid sebelumnya.

DESAIN

1. identitas desain:

Nama : Masjid Al Makmur
Dimensi : 20 m x 20 m
Kategori : Bangunan sederhana 1 lantai
konsep : Modern Kontemporer

Alamat : Toboali Bangka selatan, Babel


2. Masa bangunan

Masa bangunan mengadopsi bentuk dasar ka’bah, yang notabenya pusat kiblat umat islam diseluruh dunia. dengan ini diharapkan, masjid ini kelak dapat menjadi pusat atas kegiatan ibadah, dakwah, dan kegiatan kebaikan lainya. fungsi masjid yang demikian bukanlah hal baru dalam rententan sejarah panjang perjalanan eksistensi masjid dalam dunia islam. pada masa Rasullauh Muhammad SAW. masjid yang beliau dirikan ketika berada dimadinah (masjid Nabawi) mencatatakan sejarah sebagi tempat berukhuwah, berdiskusi, rapat membahas persoalan negara, hingga dijadikan sebagi tempat berlatih perang dan memobilisasi pasukan jihad sebelum berangkat kemedan pertempuran. sebagai pendukung atas keinginan terakomodirnya fungsi masjid yang maksimal maka halaman masjidpun coba dihadirkan dengan ukuran yang cukup luas.

3.Cover

Kalimat tauhid dihadirkan sebagai cover sisi bangunan masjid, pesan yang hendak dihadirkan adalah seorang muslim seharusnya menjadikan kalimat tahuid sebagai suatu ikrar yang senantiasa mengelilingi dan membersamai hidupnya. sebagai upaya mendukung ide dan konsep dasar bentuk masjid yang notabenya modern (kotak ka’bah minimaslis), kamipun coba hadirkan sentuhan pemanis cover masjid dalam bentuk kaligrafi bergenre Kufi murabba yang notabenya berlanggam minimalis. warna yang coba dihadirkan yakni hitam dan putih juga merupakan ciri khas dari warna bangunan berlanggam modern minimalis. dengan perpaduan 2 warna primer tersebut kegagahan dari bangunan masjid semakin nampak.

4. Teknis

tataran teknis bangunan misal tentang akses dan sikulasi, pencahayaan, penghawaan dst, in syaa Allah telah direncanakan sesuai dengan ketentuan. catatan kecil lainya yang juga bernilai konsep cukup menarik, misalkan:

a. Kolam. kami hadirkan kolam air berukuran besar pada bagian kiri dan kanan masjid. setidaknya ada 2 fungsi yang hendak diperolah, pertama sebagai bak penampung air hujan yang kemudian air tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan untuk kebutuhan MCK dan bersuci, kedua sebagai water cooling, media pendingain ruangan masjid. ini dapat tercapai selain air memunyai sifat mendingikan lingkungan, pada bagian dinding kiri dan kanan masjid kami hadirkan void view yang langsung berbatsan dengan kolam, sehingga jernih dan geemericknya air yang ditumbuhi teratai hijau serta di diami ikan lokal denga  jumlah spertlunya, akan menjadi pendukung kenyamanan susasana dan juga visual.

b. Teras Masjid. Desain teras masjid berukuran cukup besar sekaligus berposisi tinggi. selain dengan tujuan agar masjid tampak tinggi dan gagah, juga dimaksudkan untuk difungksikan sebagai stage / panggung ketika kemudian ada acara-acara besar yang bersifat outdoor. halaman depan masjid juga dikondisikan sebagai lapangan terbuka hijau sebagai bentuk dukungan ketersediaan space untuk acara-acara besar outdoor yang dimaksud.

c. Mighrab. satu lagi catatan kecil tentang desain kali ini adalah pada bagian desain mighrab. Konsep desain dari masjid adalah terbuka /open. Sebagaimana masjid, ia harus terbuka untuk semua orang beriman, tanpa perlu menelisik madzab yang diadopsi itu apa. Sebagai bentuk kekonsistenan atas konsep tersebut, maka mighrab pun coba kami hadirkan terbuka dengan view campuran vegetasi lokal. Sehingga kesan yang dihasilkan adalah kesejukan dan kenyamanan yang jarang dirasakan. Last outputnya, mudah2 kekhusyukan bisa dengan mudah didapatkan.

5. Semoga Allah swt. satukan umat islam melalu wasilah masjid-masjid nya dimuka bumi, Aamiin.  Ardiansyah / Kreasi Arsitek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *