RUMAH NGUMPET

A. Pendahuluan

Inspirasi awal desain kali ini adalah pengalaman merasakan kenyamanan tinggal dipondok kebun yang jauh dari kebisingan dan lekat dengan ketenangan. bagi kami adalah salah satu tempat yang tepat dalam melepas penat setelah hampir seminggu berpeluh lelah mencari nafkah. suasana yang kemudian asri, jauh dari polusi, sumber air alami berupa sungai dengan segenap potensi ikan di dalamanya hadir disana menjadikan fikiran benar-benar plong tiada duanya.

Hunian yang kami desain kali ini berlokasi di Desa Fajar Indah Blok A, kecamatan pulau Besar Bangka Selatan. secara umum letaknya sebetunya berada di zona ramai (untuk kedepanya), namun letak detailnya berada
ditengah-tengah lokasi kebun milik warga. berikut gambar sitenya…

informasi singkat mengapa site yang ada bentuknya demikian, dikavling adalah jawabanya. ini sebetulnya desain rumah yang peruntukanya untuk kami berdua kelak dikemudian (Ardiansyah dan Jayanti Mandasari in syaa Allah :D). pada akhirnya kami akan menetap dimana Allah lah yang kuasa, namun sebagai manusia merencanakan adalah hal yang ruang lingkupnya ada dalam kekuasaanya.
Sebelumnya kami pernah juga memposting desain rumah kami dikemudian, dilokasi yang berbeda namun masih dalam satu desa, ini dia linknya >> https://kreasiarsitek.blogspot.co.id/2017/09/peace-house.html . Sejujurnya dasar yang melatar belakangi sudah 2 kali ini kami mendesain rumah adalah hobi hee. sebetulnya tanah yang disanalah desain rumah dikemudian kami rencanakan, adalah tanah milik orang tua kami di kampung :D, sebab menurut kami masih ada peluang untuk di akuisisi, maka cukup bermudal matur perizinan kami anggap sudah kami lakukan hee.
Singkatnya, site kali ini adalah space lokasi yang tersisa setelah irisan-irisan kavling yang dipasarkan bapak laku terjual. dulu sempat urung melakukan proses desain sebab kami kira tak ada lagi akses masuk kedalam lokasi, namun  sebab suatu hal kavling-kavling yang telah terjual diukur ulang ternyata masih ada akses masuk menuju tengah-tengah lokasi, Alhamdulillah 😀
Warna hijau pada gambar diatas adalah space lokasi yang tersisa. warna orange disisi barat adalah jalan tanah merah, sedang warna abu-abu pada bagian utaranya adalah jalan aspal poros penghubung antar kampung. paraktis space terluas dari lokasi berada diantara perkebunan warga. hanya saja yang menjadi tantangan adalah akses menuju tengah lokasi makin kedalam makin menyempit. sisi tersempit terukur adalah 1.5 m, cukup untuk masuk kendaraan bermotor 😀
Berikut hasil otak-atik tata ruangnya..
B. Masa Bangunan
Secara umum masa bangunan kami bagi menjadi 3 :
1. Zona Publick. diwakili keberadaanya oleh gazebo. letaknya berada di depan bersebelahan dengan kolam ikan. peruntukan umumnya adalah sebagai area santai outdoor, perpustakaan pribadi tapi untuk bersama, juga sebagai tempat yang akan mewadahi aktivitas bermain dan belajar anak-anak warga sekitar.
2. Zona semi Pulick dan privat. terdiri dari teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang santai dan kamar tidur. posisinya berada di tengah.
3. Zona Service. berkomposisi dapur, KM, area cuci, area makan. berposisi dibagian belakang. ia dipisakan dari zona privat dengan menghadirkan koridor tertutup. ruang yang sejajar dengan koridor pun dimanfaatkan untuk menciptakan inner courtyard yang kemudian diwujudkan dalam bentuk taman dalam, kolam yang berfungi sebagai penyejuk ruang santai keluarga.
Point lebih dari memecah masa bangunan menjadi 3 bagian adalah rumah akan nampak tak monoton, beragam dan berasa lebih hidup.
C. Desain

Pertimbangan orientasi matahari serta konsep penghawaan kami coba hadirkan di dalamnya. realisasinya adalah kami coba maksimalkan bukaan pada sisi timur bangunan. teras rumah pun sengaja dihadapkan kearah munculnya matahari dengan harapan ada kebaikan yang senantiasa masuk setiap harinya sebagaimana masuknya vitamin D yang dibawa oleh sinar matahari di pagi hari.

Langgam desain secara umum mengusung konsep kampung, ini ditandai dengan menghadirkan bentuk atap pelana atau gudang pada bangian bangunan utama. hadirnya gazebo sederhana juga menjadi nilai plus kekampungan dari rumah ngumpet kali ini. bentuk bangunan yang sederhana atau simpel serta dibuat unfinish semakin memperkuat konsep kampung yang kami usung. harapanya, kelak ketika dibangun rumah tersebut tidak hadir sebagai bangunan baru yang pongah dan menakutkan ketika dipandang sebab terlampau wah.

Ada sentuhan-sentuhan sederhana yang juga semakin menjadikan desain kali ini sederhana dan ngampung, misalnya menghadirkan jendela atau pintu berbahan papan bekas yang memang telah lazim digunakan pada rumah-rumah kampung dahulu, angin-angin besar yang hanya diamankan oleh pasangan kayu bulat yang disusun jarang, juga plafond yang direncanakan berbahan perancah bekas proses pengecoran konstruksi.

Sedangkan untuk mengakomodasi tuntutan kekinian, dihadirkan pula unsur-unsur yang mewaliki wajah modern dari desain kali ini. misalnya menghadirkan jendela kaca berukuran besar pada sebagain sisi bangunan.

Singkatnya rumah ngumpet kali ini diharapkan mampu menjadi tempat berlindung, bernaung, dan bersosial yang baik bagi para penghuninya.

Berikut gambar lebih lengkapnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *