Taman-Tamanan

Projek sosial kami kali ini adalah desain taman sederhana di lingkungan rumah milik mas beny. Beliau perangkat kecamatan di pulau besar Bangka selatan,  Bangka Belitung. Pertemuan kami berdua Berawal dari dikontaknya saya oleh pihak kecamatan (yang dalam hal ini diwakili oleh beliau) untuk mendaftarkan dari sebagai calon pendamping pembangunan kecamatan di pulau besar.

Baik, sebelum saya coba sharekan lebih lanjut tentang job sosial kali ini, berikut coretan hasil desain taman sedarhana yang saya rampungkan barang beberapa jam namun entah apa konsep dasar desainya he..

Namun sebab saya sedang kerja di ibu kota (Pangkalpinang), saya pun tak dapat bersegera temui beliau dikampung untuk sekedar silah ukhuwah sekaligus tanya-tanya
banyak hal tentang peluang yang lumayan menjanjikan tersebut. saya sebut menjanjikan sebab setelah saya batal daftar karena terlambat saya diberi bocoran salary perbulan adalah 4 jt sekian. waw. agak getung memang, namun ketika kita sadar bahwa rezeki sudah Allah gariskan, in syaa Allah hati kita akan lapang dalam menerima setiap hal yang berkaitan dengan rezeki yang Allah putuskan.

ketika kali pertama bertandang ke kediaman beliau, jujur saya dibuat heran dengan elevasi lantai ruang tamu yang tiba2 njuglang / turun sekitar 10  cm dari level teras. MT (Muka Tanah) ke teras juga lumayan jangkung / tinggi, estimasi kasar saya kisaran + 50 cm. kemudian lantai ruang keluarga naik lagi sejajar level teras depan. sebab penasaran ketika sedang asik ngobrol ngalor-ngidul sayapun tanyakan hal tersebut dengan beliau, ” mas kenapa kok ruang tamunya turun kayak gini?”. jawab beliau” ini konsep dasarnya dari tangan yang menengadah, fiolosofinya adalah kami sebagai tuan rumah sangat senang menerima tamu siapapun orangnya, sebagaimana tangan yang menengadah yang menggambarkan mau menerima sesuatau untuk diletakan diatasnya. bagi kami itu rezeki”.

Waw, secara pribadi saya kaget juga dengan penjabaran beliau yang intinya demikian, sebab beliau bukan orang desain. saya sebagai orang desain pun belum terfikirkan untuk menghadirkan filosofi elevasi ruang yang demikian. harap maklum sebab masih amatiran hee.

Hanya saja pada tataran teknik pelaksanaan hal lain yang bersifat aplikatif harus juga difikirkan. cara mengetahuinya sederhana, cukup dengan berandai2 aja. kalo saya mau nyapu atau ngepel ruang tamu sampah sama air bekas pel mau dilarikan kemana?, jangan samapai hal teknis semacam itu tak difikirkan sama sekali hingga akhirya filosofi yang keren lagi luar biasa jadi satu permasalahan dikemudian.

Ketika cerita ngalor-ngidultentang sudy dan juga skill desain, beliau tertarik kemudian minta kepada saya untuk coba kotak-katik space di sekitar rumah beliau. intinya tolong desaikan taman ya. Sebab telah menjadi tekad pribadi untuk menjadikan ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi semua, sayapun men ‘iya’ kan permintaan beliau walau dengan konskwensi fee hanya sebatas uang kopi :D.

Ada beberapa point fokal yang saya tangkap dalam request desain taman kali ini:

1. Kolam Entrance menuju teras sebagai satu2nya akses masuk. filosofi yang hendak didapat adalah agar siapapun tamu yang hendak bertandang kerumah, hati dan fikiran serta niat dibersihkan terlebih dahulu dari debu2 keburukan dan kejahatan. filosofi yang cukup keren bagi saya, namun harus ada adaptasi desain dalam tataran teknis dilapangan. wujud adaptasi desain yang saya tawarkan adalah menghadirkan akses darat menuju teras pada bagian halaman depan. hal tersebut merupakan upaya menghadirkan soslusi dari potensi dimasa depan berupa : kalau ada tamu banyak dalam waktu yang bersamaan bagaimana?, kalau yang datang adalah anak2 yang jalanya belum stabil atau para lansia jalanya tak lagi stabil seperti apa?. sebuah solusi yang umum dan lumrah namun sebab jiwa muda sang pemilik rumah yang tetap kekeh dengan 1 akses masuk berupa kolam entrance maka tak ada kesepaktan akhir antara kami berdua khusus untuk persoalan ini he

2. Gazebo sebagai tempat bersantai dan leyeh-leyeh. point ini tidak ada masalah. bahkan letak gazebo konon katanya posisinya tepat seperti yang beliau angankan, bagian kiri bangunn agak kedepan dekat dengan jalan.

3. Miniatur sebuah pemandangan alam, maksudnya pada titik tertentu dihadirkan panorama buatan dari semen (Misal air terjun) kemudian disektiranya ditanami vegetasi hingga kemudian nampak seperti bentang alam mini, ini justru saya yang tak hadirkan dalam desain tersebut he.

ah cukup segini aja lah Narasi asal pada projek sosial kami kali ini :D. nuhun..

Gambar Lain

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *